Mengintip Mental Malu
Saya tidak habis pikir bagaimana mental malu ini bisa melekat di dada setiap penduduk negeri Sakura Jepang. Malu kepada siapa , malu karena apa , malu untuk mendapatkan apa , kenapa harus malu - malu , apa akibat - nya bila tak punya perasaan malu , apa ruginya bila tidak punya malu , apa untungnya punya rasa malu ,bagaimana caranya memiliki rasa malu dan memupuknya , memakai alat apa untuk memberi rasa malu, hal - hal diatas tidak ada dalam pikiran mereka selama para pemimpinnya menghargai waktu. Kok ? bisa MALU mereka tidak mengenal adanya Allah untuk mendapatkan malu . Ya......ini kelebihan negeri Sakura Jepang hanya dengan memberi budaya MALU seluruh kota di Jepang menjadi bersih , pemandangannya indah , udara disana-sini sejuk walaupun disiang hari . Rasanya ingin sekali saya kesana membuktikan informasi mengenai Jepang bahwa negeri itu bersih, indah dan sejuk dan ingin menyaksikan dari dekat pribadi warga jepang yang konon sampai sekarang masih melekat budaya malu itu. Ah......saya penasaran sekali. Yaa Allah, ternyata mereka dididik dari mulai menghargai waktu dan berhemat sehemat mungkin dalam pengeluaran uang dan diajarkan sejak dari kecil saat umur seorang anak / bayi ketika sudah mulai mendengar orang disekitarnya. Masya Allah luar biasa.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda