Banyak orang beranggapan kalau bisnis yang paling diminati dan ga ada matinya sekarang ini adalah bisnis makanan.
Tapi di kesempatan ini, saya ingin mengenalkan bisnis yang ngga ada matinya juga dan mempunyai peluang yang sama bagusnya seperti bisnis makanan
Ya... bisnis yang saya jalani sekarang ini adalah bisnis persampahan dalam istilah modernnya daur ulang, dan spesialisasi yang saya ambil adalah khusus di sampah plastik
Ingatkah anda sekarang, sama halnya dengan makanan, sampah pun tak akan habis selama ada manusia
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak anda-anda semua untuk bekerjasama dengan saya, namun, sebelum ke pokok bahasan sistem kerjasama, mohon dimengerti dulu seluk beluk bisnis Industri Daur Ulang ini
Perlu diingat Bisnis dan Investasi itu memiliki resiko, dan saya pun mengalami hal tersebut, dan resiko tersebut saya alami saat krisis global terjadi, dan tentu anda mengerti arti resiko dalam sebuah bisnis, yaitu Kerugian.
Saat ini memang efek krisis global sudah reda, dan sekarang ini sangat banyak sekali pengusaha yang sedang berjuang untuk kembali bangkit dari keterpurukan, termasuk saya.
Namun karena keterbatasan sisa modal dalam perusahaan, rencana untuk bangkit tersebut agak teresendat, dan karena itulah sekarang ini saya mencari partner yang mau bekerja sama dalam perusahaan saya, tentunya dalam penyediaan modal kerja.
GAMBARAN UMUM
Kenalkah anda dengan profesi “
pemulung”?
Mereka adalah ujung tombak dari bisnis sampah, dan pemulung tersebut kemudian setor ke lapak-lapak barang bekas atau lebih memasyarakat dengan sebutan tukang rongsok, dan kemudian pemulung tersebut ada yang menjual / setor plastik bekas (sampah) kepada saya dan mereka lah yang menjadi supplier bahan bagi perusahaan saya.
Sampah tsb kemudian saya jual kepada perusahaan barang setengah jadi plastik (scrap plastik) yang akan menjadi bahan bijih plastik.
Namun proses pengolahan saya hanya sampe supplier saja (maklum modalnya ga kuat) alias pemulung modern melalui internet dengan ruang lingkup kerja hanya sebatas di perumahan dimana saya tinggal yaitu di perumahan bima permai - desa Tuk kabupaten Cirebon saja.
Tetapi bagi yang ingin meminjamkan modal kepada saya untuk usaha penjualan 7 ( tujuh ) tong sampah dan membeli sampah tertentu kepada dan dari setiap rumah penduduk . Tidak menutup Investor dari luar kota Cirebon untuk meminjamkan modalnya kepada saya tanpa disetai proses analisa pengajuan modal terlalu lama dan penyertaan agunan yang memberatkan kepada saya .
Menurut UU no 18 th 2008 bahwa setiap komunitas penghasil sampah , untuk mengelolanya secara mandiri. Motivasi ini yang mendorong setiap warga diperumahan memberi pro dan kontra menanggapi masalah sampah saat ini, pada intinya mereka setuju mengingat masalah sampah sudah menjadi masalah yang pelik atau rumit untuk kalangan tertentu alias minim finansialya. Peluang sangat besar bagi saya mengingat belum ada usaha yang semirip dengan saya yang merujuk kepada UU persampahan diatas .
Bagi kepentingan meraih prospek usaha kecil diatas, saya menawarkan kepada pemberi modal besar sebuah bagi hasil 5 % dengan nilai investasinya sebesar Rp. 50.000.000,- untuk memproduksi 210 ember / tong sampah dengan kreteria sebagai berikut :
- Satu jenis tong sampah terbuat dari besi sebanyak 30 buah
- Satu jenis tong sampah dirancang khusus sebanyak 30 buah
- Satu jenis tong sampah polos tanpa apa - apa sebanyak 150 buah
Dari satu rumah saya dapat keuntungan Rp. 213.750,-karena setiap rumah wajib membeli 7 ( tujuh ) tong sampah dari saya untuk mempermudah pekerjaan kedepan.
Untuk lebih jelas saya perinci sebagai berikut :
- Modal pembelian1 ( satu ) tong baru senilai Rp. 200.000,-
- Pembuatan alat proses pembuatan kompos sebesar Rp.100.000
- Memberi pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos disini Rp50.000,- per buah
- Mengalokasikan dana untuk membayar tenaga kerja kasar senilai Rp. 50.000,- perbuah
- Mengalokasikan dana untuk menyewa tempat penyimpan gerobak Rp. 50.000,-perbuah
- Mengalokasikan dana untuk menalangi pembelian sampah tertentu Rp.50.000,-perbuah
- Mengalokasikan dana untuk bagi hasil dengan bank atau pemodal Rp.50.000,-perbuah